Kamis, 16 Januari 2014

garut kota iluminati ?

GARUT KOTA ILLUMINATI ???

Gambar
Sempet saya dengar kabarnya ada buku judulnya GARUT KOTA ILLUMINATI. Awalnya saya biasa aja denger kabar itu. Waktu saya jalan-jalan ke toko buku nggak sengaja saya lihat buku itu. Ya, karena judul buku pada sampulnya dicetak dengan tulisan yang besar. Kata GARUT begitu besar dicetak. Akhirnya saya beli buku itu karena penasaran akan isinya. Wajar, saya orang asli Garut. Saya lahir dan besar di Garut. Meskipun mungkin saya bukan orang yang hafal dan tahu dengan fasih secara mendalam mengenai kota Garut. Dan juga kebanyakan orang biasa seperti saya hanya tahu Garut secara garis besar dan mencintai kota ini tentunya.
Mari kita sedikit bahas buku yang ditulis oleh Ahmad Y. Samantho, S.IP, MA, M.Ud. Penulisnya sendiri merupakan seorang jurnalis (1984-2000), mantan aktivis Masjid Salman ITB, seorang dosen, juga menulis buku best seller: Peradaban Atlantis Nusantara. Pengantar Buku Garut Kota Illuminati ini ada tulisan dari Ridwan Saidi seorang pengamat Zionis dan budayawan senior. Kalo yang belum tahu siapa Ridwan Saidi, dia sering muncul di acara Indonesia Lawyer Club di TV One. Pengantarnya ini memaparkan mengenai sejarah nusantara terutama mengenai temuan-temuan peneliti mengenai sejarah peradaban manusia di nusantara yang banyak terjadi kesalahan. Seperti bahwa peradaban nusantara tidak dimulai dari jaman Kerajaan Tarumanagara dan Kerajaan Sriwijaya yang ditandai adanya prasasti atau batu bertulis, tetapi jauh sebelum itu manusia di nusantara sudah mengenal peradaban yang tinggi.
Di awal buku ini banyak dituliskan mengenai sejarah peradaban manusia, tentang Yahudi, tentang illuminati dan freemason, kesamaan kebudayaan di Indonesia dengan kebudayaan di luar negeri, dan tentang hubungan Atlantis dengan nusantara. Pada bab 4 yang diberi judul JEJAK ILLUMINATI KOTA GARUT DAN FREEMASONRY DI INDONESIA. Saya berharap akan mendapat jawaban dari pertanyaan saya ketika membeli buku ini. Apa saja temuan yang menjadi bukti otentik  yang bisa memantapkan penulis dan penerbit memberikan judul buku ini? Alhasil setelah membaca buku ini, saya tidak mendapatkan kepuasan.
Yang banyak dibahas oleh penulis hanyalah isu Gunung Sadahurip yang sempat heboh karena bentuknya mirip piramida dan diyakini bahwa ada piramida di dalam gunung tersebut. Ya, satu bab penuh ini hanya membahas Gunung Sadahurip, itu pun kebanyakan adalah kutipan dari pelbagai artikel situs berita online dan beberapa dari blog internet serta diskusi forum di dunia maya. Selain Gunung Sadahurip, memang ada beberapa temuan lain yang diungkapkan. Seperti bangunan Mesjid Agung Garut yang dianggap memiliki jejak illuminati dan freemasonry. Katanya bentuk menara kembar dan 12 kolom pintu dan jendela tampak muka yang diatasnya terdapat bentuk segitiga disebut sebagai jejak illuminati. Disebut juga tugu obelisk. Sempat bingung yang mana tugu obelisk, yang dimaksud adalah tiang bendera yang ada di alun-alun. Dan bentuk gazebo atau orang Garut menyebutnya BABANCONG yang berbentuk oktagonal disebut memiliki kesamaan arsitektur dengan arsitektur freemasonry. Penulis mengambil kesimpulan ini dari satu sumber yang disebutkan yaitu Ucep Jamhari. Ada yang kenal? Saya mungkin orang Garut yang ga gaul, dan memang saya tidak kenal Ucep Jamhari. Baru tahu namanya setelah membaca buku ini. Katanya sih purnawirawan TNI yang kemarin juga sempat mencalonkan menjadi bupati Garut.
Rasanya kalo sumber yang disebutkan hanya satu orang dan langsung bisa menyatakan Garut memiliki jejak illuminati dan freemasonry, menurut hemat saya kurang bijak. Kalo mengenai bentuk arsitektur mesjid, babancong, atau tiang bendera kan bisa ditanyakan ke pihak yang memiliki data akurat mengenai itu. Dinas tata kota atau dinas lain yang terkait yang memiliki sumber mengenai sejarah dan arsitektur bangunan-bangunan di kota Garut. Dari cerita Gunung Sadahurip, bangunan mesjid dan babancong. Kemudian diceritakan pula mengenai Hutan Sancang atau Leuweung Sancang yang kalo saya baca dan sepemahaman saya tidak ada sangkut pautnya dengan illuminati dan freemasonry.
Menurut saya memang tidak ada salahnya membeli buku ini, ada pengetahuan baru mengenai sejarah peradaban manusia dan dunia yang berbeda dari yang pernah saya dapatkan di bangku sekolah. Yang disayangkan adalah pemilihan judul buku yang tidak tepat. Karena pembahasan mengenai Garut dan illuminatinya sendiri sangat minim dan tidak menjelaskan apa-apa. Saya kurang tahu apa memang ada atau tidak illuminati dan freemasonry di kota saya tercinta. Temuan dalam buku ini pun meragukan. Gunung Sadahurip yang ada mirip piramida, banyak ahli bilang itu gunung berapi biasa. Mesjid Agung Garut yang 12 kolom pintu tampak depan dan ada segitiga di atasnya, saya hitung kalo dari depan kolomnya ada 8. Entah kolom yang mana yang dimaksud 12 itu.
Intinya, bagi anda yang percaya teori-teori konspirasi seperti illuminati dan freemasonry ya itu kan kembali ke pemikiran pribadi masing-masing. Soal buku ini, mungkin penulis dan penerbit harus mempertanggung-jawabkan judulnya, karena isinya tidak sesuai dengan judul. Saya menulis ini tidak ada maksud apa-apa hanya menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya mengenai buku yang saya baca.
Terima kasih sudah membaca :)

Tidak ada komentar: